Copywriting: Cara merangkai tulisan promosi agar lebih “Menjual”


        Pertanyaan umum Ketika mulai sebuah usaha atau Ketika menjalani profesi sebagai sales adalah bagaimana bisa menjual? Apa saja yang saya butuhkan dalam proses penjualan?

beberapa orang akan lebih menggunakan cara konvensional untuk door to door agar produknya terjual atau Sebagian berpikir untuk menggunakan iklan, billboard dan koran agar menjagkau audience yang luas. Selain itu sisi digital yang sedang bertumbuh saat ini juga menjadi beberapa pilihan karena biaya lebih murah dengan jangkauan luas seperti website,socia  l media,digital ads (google dan fb ads).

Namun, perlu di pahami bahwa iklan atau promosi dalam bentuk digital adalah Langkah baik tetapi bukan faktor utama keberhasilan dalam menjual sebuah produk. Karena tidak bisa sembarangan mengiklankan begitu saja, tidak semua orang akan mau langsung mau membeli produk tersebut apalagi belum tentu orang tersebut paham tentang produk tersebut.

Berikut ada beberapa tips dan trick dalam merangkai tulisan promosi agar menjual dan tak kehilangan banyak uang akibat asal asalan beriklan namun hasilnya.

Apa sih yang dimaksud copywriting ?

Copywriting adalah seni menjual melaui tulisan melalui teknik yang bisa mempengaruhi pembaca agar tertarik terhadap apa yang promosikan. Hal ini bertujuan untuk menghasilkan konversi, seperti tertarik untuk membeli, berlangganan, mendaftar, dan sebagainya.

Pada awalnya, copywriting hanya digunakan dalam pembuatan advertorial, sales letter, billboard, dan media pemasaran tertulis lainnya. Itulah mengapa teknik ini dinamakan “copywriting”.

Namun saat ini, dengan perkembangannya copywriting kini semakin di butuhkan mengingat dengan peningkatan persaingan di beberapa kategori market yang ditambah dengan majunya dunia digital copywriting juga digunakan dalam berbagai macam hal mulai dari iklan digital, naskah / alur video, hingga podcast.

Mengapa Anda Membutuhkan Copywriting?

             Banyak orang bertanya, apa perbedasan antara copwriting dengan kepenulisan pada umumnya?

Bukankah cara yang digunakan sama?

 

            Perbedaanya yang jelas terlihat dari struktur kepenulisannya dan tujuannya, Copywriting itu sendiri memiliki tujuan yang komersil alias lebih menjual dan dibutuhkan struktur kata yang menarik agar bisa menjual sebuah pesan yang disampaikan, dibutuhkan cara khusus dan pengalaman yang banyak dalam menyusunnya agar tidak mengalami hal hal seperti berikut :

 

  • Tingkat konversi pelanggan rendah;
  • Traffic website tidak kunjung naik;
  • Post di media sosial tidak mendapat engagment rate yang tinggi;
  • Artikel blog Anda jarang dibaca atau dibagikan orang lain;
  • Tak banyak yang berminat untuk mengunduh katalog produk yang dijual
  • Profit perusahaan menurun

 

Untuk mempelajari copywriting agar tak mengalami di atas, yuk simak hal hal yang dibawah supaya  bisa mempelajari copywriting dan bisa memprakteknya dengan baik.

 

TIPS COPYWRITING  DALAM MEMBUAT TULISAN YANG “MENJUAL”

Sebagai seorang copywriter, ada enam langkah yang harus lakukan, yaitu:

  1. Pelajari Produk Atau Layanan Anda
  2. Riset kebutuhan target market
  3. Buat Judul yang Memikat
  4. Membuat  struktur tulisan yang sesuai tujuan  
  5. Tulis Copy yang Berkualitas yang sesuai dengan target
  6. Persuasi  audience di akhir tulisan / campaign

1.     Pelajari Produk atau Layanan Anda

      Tanpa mengenali produk, layanan, atau konten yang ditawarkan, tidak akan dapat memasarkannya dengan baik. Inilah mengapa mempelajari produk menjadi bagian penting dari belajar copywriting.

Ini tidak hanya berlaku untuk copywriter yang bekerja untuk sebuah perusahaan. Bagi sales atau marketing yang akan mempromosikan bisnis pribadi pun, ini adalah hal yang penting dan tidak boleh terlewatkan.

Untuk memudahkan dalam membuat deskripsi produk, coba tanyakan perhatikan hal hal berikut:

  • Apa keunikan dari produk tersebut?
  • Apa saja fiturnya?
  • Apakah produk tersebut bisa menyelesaikan masalah customer dan mempermudah mereka
  • Apa manfaat yang didapatkan konsumen dari fitur tersebut?

Apa yang Unik dari Produk tersebut?

Idealnya, setiap produk (dan layanan) memiliki unique selling point atau USP. Artinya, produk tersebut memiliki keunikan yang tidak ditemukan pada kompetitornya.

Misalnya, sebuah perusahaan ingin memasarkan sabun wajah herbal. Meskipun sudah banyak produsen sabun wajah herbal lainnya, produk Anda 100% bebas dari unsur hewani. Inilah elemen yang bisa digunakan sebagai USP.

Apa Saja Fiturnya?

Di samping sebuah keunikan, produk atau layanan yang tentunya memiliki beberapa fitur, bukan?  Meskipun tidak semuanya perlu disebutkan dalam teks copywriting, sebaiknya ketika dalam menuliskan fitur-fitur tersebut dalam sebuah daftar agar mudah diingat ketika dibutuhkan.

Dari contoh sabun wajah herbal tadi, bisa menyebutkan bahan khususnya sebagai fitur. Misalnya, sabun tersebut dibuat dari ekstrak daun serai.

Apa Manfaat yang Didapatkan Konsumen dari Fitur Tersebut?

Apabila dalam menjual sebuah produk hanya menyebutkan fitur-fitur dari sebuah produk, audiens belum tentu paham manfaatnya. Oleh karena itu, ketika menjual produk / jasa juga perlu menjelaskan tentang keuntungan dari fitur-fitur yang ada.

Sebagai contoh, sebutkan bahwa setelah bermake up seharian, seringkali wajah justru menjadi kusam. Untuk mengembalikannya, pelanggan hanya perlu menggunakan Wardah Perfect Bright Tone Make Up Micellar Water yang akan membuat kulit wajah 3x lebih bersih dan cerah seketika

2. Riset kebutuhan pelanggan

     Tahap selanjutnya yang tidak kalah penting, apalagi proses ini adalah proses dimana menentukan tone of voice yang sesuai dengan segmentasi target yang akan dituju sebagai contoh : umur, minat, gender, lokasi / daerah.

3.      Buat Judul yang Memikat

 Berdasarkan dari beberapa sumber delapan dari sepuluh audiens akan membaca judulnya terlebih dahulu. Artinya, suatu artikel harus menciptakan judul yang betul-betul menarik perhatian.

Kreatifitas tinggi memang dibutuhkan untuk membuat headline yang kuat. Namun, praktiknya tidak sesulit yang dibayangkan banyak orang. Ketiga trik berikut ini terbukti dapat menyulap judul yang terdengar biasa-biasa saja menjadi menarik:

  • Jelaskan produk apa yang ditawarkan beserta keuntungan yang didapat
  • Buat pembaca ingin segera membeli
  • Cantumkan persentase keberhasilan produk tersebut

 

4.     Membuat stru ktur tulisan yang sesuai tujuan

 

Sebuah kampanye produk yang disampaikan haruslah sesuai dengan tujuan yang diharapkan tidak hanya tertarget tetapi bisa menghasilkan closing, namun ada satu hal yang tak boleh terlewat yakni lead atau pesan pembuka yang menarik.

 

Lead yang menarik bertujuan menjadi click bait yang menghipnotis audience agar membaca, lalu ditambah inti pesan melalui story telling yang ciamik agar menggiring audience tersebut membaca sampai habis.

 

  1. Tulis Copy yang Berkualitas yang sesuai dengan target

Menambahkan struktur pesan yang berkualitas dengan target yang dituju gaya tone of voice juga perlu di sesuaikan jika targetnya adalah milenial diantara umur 20 – 35 tahun usahakan tulisannya tidak kaku dan juga related dengan kehidupan yang mereka pernah alami.

 

  • Contoh kalimat copywriting promosi ayam goreng kekinian

Mau coba ayam goreng kekinian yang super enak? Boboo Chicken juaranya! Chicken Popcorn satu ini sangat cocok untuk menemani segala aktivitas Anda. Apalagi harganya begitu murah meriah dan tentunya sangat pas di kantong Anda.  Cuma 10 ribuan saja! Murah banget kan?

Boboo Chicken menghadirkan pilihan rasa pedas yakni menggunakan saus atau menggunakan powder. Ingin kombinasi rasa peda? Sangat bisa! Super hot chili dan chili sausnya nendang banget! Cocok untuk camilan sore Anda dan keluarga. Langsung datang ke outlet Boboo Chicken di Jl. Perumnas Seturan No. C7, Condongcatur, Depok, Sleman, Yogyakarta.(portal uang.com).

6.     Persuasi  audience di akhir tulisan / campaign

 

Apapun tujuan teks copywriting, pada bagian akhir harus selalu ada ajakan untuk melakukan aksi yang dari tujuan inginkan. Baik itu membeli produk, subscribe konten, daftar newsletter, atau lainnya.

Untuk membuat ajakan tersebut, perlu ditambah menggunakan menggunakan call-to-action atau CTA. Ini adalah tombol, banner, atau formulir yang berisi perintah bagi audience . Di website layanan digital, misalnya, CTA yang digunakan biasanya seperti “Mulai Sekarang” atau “Daftar Sekarang”.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Digital Marketing : Panduan digital marketing dari awal